|
TERTUNDA
(KGC/18/07/10)
Markus 5:21-43, melalui pembacaan Firman Tuhan hari ini, Tuhan sedang mengajar bahwa terkadang Tuhan mengijinkan terjadinya penundaan jawaban-Nya dalam hidup kita. Maksud Tuhan adalah ada sesuatu yang Tuhan sedang bangun dalam hidup kita, tertunda itu baik buat kita dengan maksud agar terbangun karakter kita. Manusia modern jaman sekarang ini maunya serba cepat, instant, sedangkan Tuhan sangat menghargai proses. Ia sedang menguji dan melihat karakter kita pada masa-masa penundaan tersebut.
Tuhan siap untuk memberikan segala yang terbaik bagi kita, tapi Tuhan tidak mau kita menerimanya dengan karakter duniawi atau dengan kekuatan kita sendiri, karena Tuhan tahu apabila kita menerima jawaban-Nya dengan karakter duniawi maka hal itu bukannya membangun, tetapi akan menghancurkan kita. Tetapi disaat karakter Ilahi itu sudah nyata dalam hidup kita, maka Tuhan tidak akan menahan-nahan jawaban-Nya atas kehidupan kita. Tuhan menantikan hati dan hidup yang siap.
Pekerjaan yang paling membosankan didunia ini adalah menunggu¸ Firman Tuhan sudah diberitakan, tetapi belum terjadi dalam hidup kita. Kita masih disuruh menunggu, kenapa? Karena kita belum siap untuk menerimanya.
Ada 3 hal yang harus kita mengerti disaat penundaan jawaban-Nya terjadi dalam hidup kita :
1. Jawaban Tuhan yang tertunda bukan berarti Yesus tidak akan menolong kita.
- Iblis seringkali membuat kita berpikir bahwa penundaan Allah adalah penyangkalan Allah , padahal Allah mau kita bertekun dalam penantian kita dan tetap berjaga-jaga sambil mengucap syukur dalam segala hal (Kolose 4:2).
2. Jawaban Tuhan yang tertunda , supaya dalam sekali perjalanan, 2 mujizat terjadi.
- Allah menggunakan penundaan untuk menguatkan karakter. Disaat penundaan terjadi, iman kita sedang diuji, apabila kita tetap melandaskan kehidupan kita dalam iman kepada-Nya, maka akan menghasilkan ketekunan yang membuahkan karakter Ilahi dalam kehidupan kita ( Yakobus 1:3-4).
3. Jawaban Tuhan yang tertunda, adalah agar akhirnya kita memiliki iman yang menyelamatkan (Mar. 5:34-35). Contohnya : Disaat Abraham menantikan kelahiran Ishak.
Marilah kita bersama-sama mengerti benar disaat Allah belum menjawab pergumulan dan kerinduan hati kita untuk tetap berpegang teguh dalam iman, pengharapan kepada Yesus Kristus Tuhan. Dan saat-saat penantian didalam Kristus membentuk karakter kita, menjadi karakter Ilahi untuk siap menerima jawaban-Nya dan menyatakan Kerajaan Allah dimanapun kita berada. (MUR)
|