|
INCREASE
(Matapel I, 9 May 10)
Hati menentukan sebuah peningkatan, Amsal 4:23 .
Markus 4:1-9
Ada 4 tempat daerah atau lokasi tanah dimana benih ditabur dan dari ke 4 lokasi ini, ternyata yang menghasilkan benih secara maksimal, sesuai yang Tuhan mau, yaitu tanah yang baik. Tanah yang baik ini berbicara tanah yang berkualitas. Alkitab tanah yang berkualitas menghasilkan buahnya sebanyak 30, 60 dan 100 x lipat.
HATI MENENTUKAN PENINGKATAN TETAPI KUALITAS MENENTUKAN LONCATAN PENINGKATAN.
Apakah tanda peningkatan ?
1. Tidak tawar menawar
Yesus mati bukan karena kita telah melakukan perbuatan baik, justru sebaliknya karena akibat perbuatan kita yang tidak baik, maka Yesus harus mati diatas kayu salib. Mari kita belajar untuk tidak tawar menawar dengan firman Tuhan. Yesus mengatakan benih yang jatuh di pinggir jalan akan dimakan burung sampai habis.
Burung berbicara tentang iblis atau kuasa kegelapan yang mengambil kesempatan dalam hidup kita untuk memakan habis berkat yang Tuhan sediakan. Kata “ dimakan” dalam terjemahan yang lain digunakan kata “dijambret”. Dijambret berarti direbut dengan paksa karena tidak waspada. Hati-hati dengan tawar menawar dalam melakukan firman Tuhan, karena iblis bisa merebut berkat Tuhan yang disediakan. Mau meningkat ? jangan tawar menawar dalam melakukan firman Tuhan. Taat saja, maka Roh Kudus yang akan memberikan kemampuan untuk melakukan apa yang Tuhan mau. KETAATAN SELALU MEMBAWA PENINGKATAN.
2. Tidak mengeraskan hati
Alkitab mengatakan dari hati memancarkan kehidupan. Jadi fungsi hati adalah memancarkan kehidupan. Mengapa manusia bisa memiliki hati yang keras ? karena pernah mengalami hal-hal yang buruk dalam kehidupan. Kesalahan orang Kristen bukan lagi pada berbuat dosa, tetapi ketika hatinya tidak mau dikendalikan oleh Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa umat Tuhan binasa bukan karena tidak berdoa, berpuasa atau tidak gereja, tetapi karena tidak mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan adalah percaya & melakukan apa yang Tuhan mau. Mengapa kita perlu dan harus dikendalikan oleh Tuhan ? karena kita tidak akan mampu mengendalikan hidup ini dengan kekuatan sendiri. Saat kita berkata Tuhan kendalikan hidup ini, sebenarnya kita berkata bahwa kita tidak sanggup tanpa Tuhan. Inilah tanda kerendahan hati. Kerendahan hati adalah lawan dari hati yang keras. Untuk mengalami peningkatan, kita perlu belajar rendah hati. Belajar bahwa semuanya adalah milik Tuhan, harus dikerjakan dengan terbaik dan hasilnya dikembalikan pada Tuhan. Rendah hati membuat hati kita menjadi lemah lembut.
3. Bersih dari semak duri.
Mengapa ada semak belukar ? rupanya ada penabur lain, pada waktu bersamaan menabur benih yang berbeda dengan benih yang ditabur Tuhan. Benih yang dari Tuhan adalah firman Tuhan, tetapi benih yang lain bukan firman Tuhan. Siapakah penabur yang lain ini ? Diri sendiri, situasi atau keadaan, iblis. Benih yang ditabur adalah: kekecewaan, kepahitan, iri hati, tidak mau mengampuni, dendam, tidak percaya Tuhan, selalu mengingat masa lalu. Yesus mengatakan semak duri itu menghimpit pertumbuhan benih yang yang dari Tuhan dan akibatnya tidak berbuah. Semak duri harus dicabut dari hati dengan cara :
- meminta ampun pada Tuhan atas perbuatan dimasa lalu.
- mengampuni diri sendiri atas apa yang terjadi.
- Mengampuni orang yang bersalah pada kita.
Orang yang mudah mengampuni adalah orang yang percaya bahwa semuanya adalah anugrah Tuhan. Kita tidak layak tetapi dilayakkan Tuhan untuk datang kepadaNya.
|